HOME IT

Ini Kegunaan Instrument Landing System di Bandara Sam Ratulangi

MANADO – Air Navigation (AirNav) Bandara Sam Ratulangi Manado terus berbenah dalam menjalankan tugas navigasi udara.

GM AirNav Bandara Sam Ratulangi Manado, Danan Suseno mengatakan, saat ini pihaknya telah menggunakan perangkat berteknologi terkini, Instrument Landing System (ILS).
Alat ini sangat membantu navigasi pendaratan pesawat dalam dua dimensi, horizontal dan vertikal.

“Secara horizontal, pesawat bisa mendarat lurus, tepat di tengah searah runway dan secara vertikal, pesawat mendarat tidak terlalu menukik dan tidak juga landai,” kata Danan, Kamis (26/09/2019).

ILS sangat membantu pilot dalam segmen pendaratan. Apalagi, kata Danan, kondisi Bandara Sam Ratulangi Manado yang dikelilingi perbukitan.

“Dengan ILS, pilot hanya melihat instrumen saja, meskipun di luar (pesawat) cuaca kurang baik. Gelap misalnya,” katanya.

Terkait itu, Danan mengatakan AirNav Indonesia baru saja berhari ulang tahun ke-7 pada 13 September lalu. AirNav menjalankan peran sesuai UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan PP no 7 tahun 2012 tentang Navigasi Penerbangan

Khusus di Manado, AirNav mengatur pergerakan rata-rata 60 pesawat setiap hari. “Baik take off maupun landing,” katanya.

Jumlah itu mencakup penerbangan terjadwal, yakni sebesar 90 persen dan sisaanya penerbangan tak terjadwal seperti ‘charter flight’.

Danan bilang, di tengah penurunan jumlah penerbangan, khusus di Manado justru penerbangan luar negeri menunjukkan tren kenaikan.

Saat ini menjadi tujuh penerbangan internasional menyusul Garuda Indonesia membuka rute Manado-Davao PP per Jumat 27 September.

Sumber : https://manado.tribunnews.com