NASIONAL PENDIDIKAN SULUT

Manado Tuan Rumah Munas Pariwisata Politeknik: Oroh Siapkan Lomba Cooking hingga Diving.

Munas Pertama Konsorsium Kepariwisataan Politeknik Negeri Indonesia dipusatkan di Manado pada 16-18 September 2019. Munas juga dirangkaikan dengan kegiatan National Tourism Vocasional Skill Competition (NTVSC). Direktur Politeknik Negeri Manado Ir Evert N Slat MT, Ketua Jurusan Pariwisata Oktavianus Lintong SPi Msi dan Ketua Panitia Dannie Oroh SPi Msi menjelaskan, sebanyak 55 peserta perwakilan dari 7 Politeknik Negeri se-Indonesia ikut 5 lomba NTVSC mulai Senin-Rabu (16-18/9/2019).

“Ada Politeknik Negeri Kupang, Samarinda, Padang, Bandung, Bali, Banyuwangi, dan Manado sebagai tuan rumah. Jumlah offisial 12 orang,” kata Oroh kepada tribunmanado.co.id, Minggu kemarin.

Untuk munas di Manado diikuti Politeknik Negeri Balikpapan, Banyuwangi, Sambas, Sriwijaya, Padang, Kupang, Samarinda, Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, Bali, Lampung, Jakarta, Manado dan Bandung. “Ini munas pertama. Pesertanya setiap politeknik negeri yang punya jurusan pariwisata,” kata Ketua Konsorsium Ketut Suarta melalui Sekretaris Oktavianus Lintong.

Kembali Oroh menjelaskan, kompetisi dimaksudkan untuk memberdayakan mahasiswa dan meningkatan mutu pendidikan di sejumlah politeknik negeri.
Lomba yang melibatkan mahasiswa yang mempunyai ilmu dan keterampilan di bidang pariwisata seperti cooking, flair bartending, making bed, tour guiding dan skill diving.

Kata Dannie, ajang kreativitas bagi mahasiswa sebagai salah satu mata rantai pergaulan kehidupan yang berkarakter. “Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler kemahasiswaan di perguruan tinggi melalui pembinaan minat, bakat, dan kemampuan mahasiswa dan meningkatkan minat kompetisi,” ujarnya.

Lanjut dia, diharapkan ada hal baru dari mahasiswa Indonesia dalam pengembangan maupun penemuan ide dan resep baru.

Kata dia, lomba berlangsung Senin 16 September 2019. Pembukaan, techinal meeting di Kampus Politeknik Negeri Manado. Pada Selasa besoknya, babak penyisihan. Nanti final Rabu (18/9/2019) dan gala dinner di Hotel Sintesa Peninsula.

Khusus kompetisi skill diving, ada 20 skill dasar dalam menyelam di antaranya unit scuba mulai menyiapkan, memasang, melepaskan, memakai, mengatur letak di badan dan meletakkan peralatan di lantai. Pre dive savety check (PDSC) BWRAF (BCD, weight, releases, air, final check). Kemudian teknik masuk ke perairan dalam giant stride dan back roll. Periksa buoyancy di permukaan (weight check).

“Ada juga cara turun ke kedalaman dengan 5 point descent irowt/sortd. Signal, orientation, regulator, time, descent). Melepas dan memasang sistim pemberat di kedalaman. Fin pivot kontrol daya apung netral di dasar. Naik ke permukaan dengan 5 point ascent . Regulator snorkel secara bergantian (di permukaan). Melepas dan memasang unit scuba di dasar perairan,” katanya.

Selain itu, ada lomba melayang tanpa bergerak di dalam air (hovering). Buoyancy dengan mengatur pernapasan. Patungan udara (buddy breathing) posisi berlutut sebagai donor dan penerima. Buddy breathing renang (penyelam A sebagai donor).
Melepas masker, memasang kembali dan membersihkan dari air (mask clearing).

“Seluruh panitia sudah siap menyukseskan NTVSC,” tambah Sekretaris Panitia Dr Seska Mengko dan Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Willem Pomantow, SE MSi. (*)

Term OF Reference

A. Nama Kegiatan:
“National Tourism Vocational Skill Competition 2019”

B.DasarPemikiran
Dalam rangka memberdayakan mahasiswa dan meningkatan mutu pendidikan di
sejumlah Politeknik Negeri yang ada di Indonesia, dengan Politeknik Negeri Manado yang adalah salah satu lembaga Pendidikan Tinggi yang peka terhadap pengembangan diri mahasiswa dalam ranah pendidikan vokasional, maka Politeknik Negeri Manado dalam hal ini Jurusan Pariwisata melaksanakan gelaran kegiatan kompetisi akbar yang pertama kali dilakukan di Indonesia, yang melibatkan mahasiswa dalam mengembangkan ilmu dan ketrampilannya.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa untuk mengikuti berbagaikegiatan kompetisi peningkatan kompetensi keterampilan yang bertujuan untukmengasah kemampuan mahasiswa serta mengetahui trend pariwisata yang sedang berlaku diIndonesia saat ini. Pendelegasian mahasiswa mengikuti kompetisi ini bukan hanya berdampak postitifbagi perkembangan mahasiswa di Politeknik Negeri yang ada di Indonesia,tetapi juga merupakan media promosi eksistensi

Politeknik Negeri Manado di kalangan masyarakat Indonesia. Gelaran lomba yang melibatkan mahasiswa yang mempunyai ilmu dan ketrampilan dibidang Pariwisata seperti Cooking, Flair Bartending, Making Bed, Tour Guiding dan Skill diving akan melibatkan 9 Politkenik Negeri anggota konsorsium dan Politeknik se-indonesia yang mempunyai jurusan dan program studi kepariwisataan.

Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang adalah pengabdian kepada masyarakat, menyiratkan tanggungjawab kepada dunia pendidikan untuk dapat menyatukan segala potensi yang dimiliki mahasiswa kemudian diarahkan kepada prioritas untuk masyarakat.

C. Tujuan Kegiatan:
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Ajang kreativitas bagi mahasiswa sebagai salah satu mata rantai pergaulan kehidupan yang berkarakter.Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler kemahasiswaan di perguruan tinggi melalui pembinaan minat, bakat, dan kemampuan mahasiswa.
  2. Meningkatkan minat kompetisi kerja di kalangan mahasiswa-mahasiswa khususnya Jurusan / Program Studi Pariwisata
  3. Mewadahi minat dan ketrampilan mahasiswa Jurusan/ Program Studi Pariwisata dalam meningkatkan keahlian non akademis.
  4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang handal di bidang Pariwisata.
  5. Menjadikan salah satu program kegiatan tahunan yang menarik.

D. Output Kegiatan:
Adapun output kegiatan yang diharapkan adalah:

  1. Adanya ide baru dari mahasiswa Indonesia dalam pengembangan maupun penemuan ide dan resep baru.
  2. Menghasilkan mahasiswa Politeknik Negeri di Indonesia yang dapat bersaing dalam Kompetisi Nasional
  3. Terbukanya pemikiran yang lebih luas tentang dunia Pariwisata dan dapat mengembangkannya kearah penciptaan karya – karya baru.
  4. Kegiatan ini memberi efek positif terhadap mahasiswa yang ikut serta
  5. Mempererat hubungan emosional generasi mahasiswa Indonesia.

E. Program Kegiatan:
Adapun kategori lomba yang direncanakan pada kegiatan ini adalah:

  1. Kategori Lomba Cooking.
  2. Kategori Lomba Flair Bartending.
  3. Kategori Lomba Making Bed
  4. Kategori Lomba Tour Guiding
  5. Kategori Lomba Diving Skill

F. Peserta Kegiatan:
Mahasiswa Jurusan / Program Studi Pariwisata di 9 (Sembilan) Politeknik Negeri anggota konsorsium dan Politeknik Negeri se-Indonesia yang mempunyai jurusan/program studi bidang kepariwisataan..

i 9 (Sembilan) anggota konsorsium

  1. Politeknik Negeri Manado
  2. Politeknik Negeri Bali
  3. Politeknik Negeri Kupang
  4. Politeknik Negeri Banyuwangi
  5. Politeknik Negeri Bandung
  6. Politeknik Negeri Palembang
  7. Politeknik Negeri Indonusa Surakarta
  8. Politeknik Negeri Sambas
  9. Politeknik Negeri Samarinda

G. Waktu Pelaksanaan

  1. Hari/ Tanggal : Senin, 16 September 2019
    Kegiatan : Pembukaan,techinal meeting.
    Tempat : Kampus Politeknik Negeri Manado
  2. Hari/Tanggal : Selasa, 17 September 2019
    Kegiatan : Lomba (Penyisihan)
    Tempat : Kampus Politeknik Negeri Manado
  3. Hari/Tanggal : Rabu, 18 September 2019
    Kegiatan : Lomba (Final), Gala Dinner
    Tempat : Hotel Sintesa Peninsula

H. Pendaftaran
Pendaftaran peserta lomba dapat dilakukan secara online ,melalui situs resmi ‘National Tourism Vocational Skill Competition 2019’, ntvsc2019.polimdo.ac.id.
Pendaftaran National Tourism Vocational Skill Competition 2019, mulai dibuka pada tanggal 1 Juli 2019 dan ditutup pada tanggal 1 September 2019.
Bagi para calon peserta wajib mengisi formulir pendaftaran sesuai dengan data diri yang benar, akurat, terkini dan menyeluruh.

Peserta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 1.850.000,-/ orang dan untuk official Rp. 2.000.000,-/ orang. Biaya tersebut sudah termasuk akomodasi (3 hari), makan siang dan transportasi ke tempat perlombaan.Pendaftaran peserta dapat ditranfer ke rekening panitia a.n Easter Christy Marice Tulung dengan nomor rekening BNI 0827693143. Bukti transfer dapat dikirim via wabsite ntvsc2019.ac.id, atau WA ke nomor 082195005566 (Dannie Oroh).
II. TEKNIS PELAKSANAAN

A. Syarat Dan Ketentuan Lomba

  1. Kompetisi Making Bed

a. Penjelasan Umum
Making bed merupakan sebuah kompetisi menata tempat tidur dengan baik dan rapih bagi peserta yang mempunyai keahlian, ketelitian dan kecepatan tangan dalam bidang merapikan dan memperindah kamar dalam hotel secara cepat, tepat dan rapih.

b. Ketentuan Umum :
 Berasal dari Politeknik Negeri se Indonesia yang memiliki jurusan atau Program Studi Pariwisata dan diperbolehkan untuk mengirimkan lebih dari 1 peserta.
 Peserta melampirkan Kartu Tanda Mahasiswa
 Peserta diwajibkan hadir 15 menit sebelum registrasi

c. Ketentuan Khusus
 Kompetisi bersifat perorangan
 Peralatan lomba disediakan oleh panitia
 Peserta wajib menggunakan seragam sesuai dengan ketentuan perguruan tinggi masing-masing.
 Menggunakan fantofel hitam pria/ wanita (wanita maksimal 3 cm)
 Rambut rapih, untuk wanita dicepol dan yang berkerudung dimasukkan ke dalam baju.
 Waktu lomba 10 menit terdiri dari 6 menit menata tempat tidur dan 4 menit penilaian juri.
 Ketentuan dan penilaian juri bersifat mutlak
 Ketentuan selengkapnya akan dijelaskan pada saat techinal meeting
 Ketentuan hadiah untuk pemenang adalah sebagai berikut :
 Pemenang Lomba Mendapat Piala, Sertifikat, dan Medali

d. Teknis Kompetisi
 Peserta hadir diruang tunggu khusus yang telah disediakan, 15 menit sebelum kompetisi dimulai
 Dilarang menggunakan aksesoris
 Peserta harus menaati aturan yang telah dibuat oleh panitia

e. Kriteria Penilaian
 Grooming
 Kerapihan dalam menata tempat tidur
 Kecepatan waktu
 Kebersihan

f. Pelanggaran
 Dilarang mengambil atau tidak sengaja mengambil barang-barang yang telah disediakan oleh Panitia.
 Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran dalam bentuk apapun akan secara otomatis didiskualifikasi

2. Kompetisi Cooking

a. Penjelasan Umum
Cooking atau memasak adalah kegiatan mengolah atau membuat berbagai macam penganan, lauk-pauk, dan sebagainya. Dalam kegiatan memasak dibutuhkan pengetahuan tentang cara mengolah berbagai bahan makanan dengan menggunakan berbagai peralatan memasak yang baik agar menghasilkan panganan yang enak dan memuaskan penikmatnya.. Masyarakat di Indonesia ingin dapat menikmati makanan yang enak dan memuaskan yang dihasilkan dari proses memasak yang baik. Oleh karena itu keinginan masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan memasak semakin meningkat. Banyak kalangan masyarakat yang mendalami dunia memasak dengan cara mempelajari dari orang yang ahli atau belajar sendiri melalui resep yang didapatkan dari media massa

b. Ketentuan Umum :
 Berasal dari Politeknik Negeri se Indonesia yang memiliki jurusan atau Program Studi Pariwisata dan diperbolehkan untuk mengirimkan lebih dari 1 peserta.
 Peserta melampirkan Kartu Tanda Mahasiswa
 Peserta diwajibkan hadir 15 menit sebelum registrasi

c. Ketentuan Khusus
 Peserta adalah mahasiswa JUrusan pariwisata atau Program Studi Pariwisata yang ada di Politeknik se Indonesia dan merupakan tim yang beranggotakan 2 – 3 orang.
 Peserta wajib menyertakan nama judul makanan yang unik dan menarik
 Peserta tidak diperkenankan mengunakan MSG atau bahan Kimia Berbahaya lainnya.
 Memakai atribut kitchen lengkap yaitu chef hat, necktie, chef jacket, name tag, pants, apron, dan safety shoes.
 Tidak diperkenankan meminjamperalatan atau barang/ bahan milik peserta lain pada saat lomba
 Bukti pendaftaran dijadikan satu file dan diberi nama dengan format nama/ nama tim_nama judul masakan kemudian diemail ke Panitia.
 Sistemaiika penulisan deskripsi masakan adalah sebagai berikut
(cover-nama judul/masakan-foto masakan-biaya pembuatan- alat dan bahan yang digunakan-cara membuat-keunggulan memasak-nilai gizi)
 Deskripsi dibuat dengan format penulisan sebagai berikut :
 Panjang tulisan maksimal 5 halaman (tidak termasuk cover)
 Kertas ukuran A4 margin kiri 3, atas 2, kanan 2 dan bawah 2
 Huruf Time New Roman size 12Spasi 1,5
 Ketentuan hadiah untuk pemenang adalah sebagai berikut :
 Pemenang Lomba Mendapat Piala, Medali dan Sertifikat
 Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
 Ketentuan selengkapnya akan dijelaskan pada saat techinal meeting

d. Tema Lomba
1. Untuk babak pengisihan bahan dasar yang akan digunakan adalah Ikan Tuna dengan tema ‘Minahasa Food”.
2. Untuk Final, Panitia akan menyediakan bahan yang dirahasiakan dan nantinya peserta akan mengolah dalam 3 jenis menu masakan, yaitu appetizer, main course dan dessert.
3. Peserta yang telah mendaftar dan mengirimkan deskripsi masakannya WAJIB melakukan konfirmasi ke email Panitia.(ntvsc2019@gmail.com)
4. Peserta diberikan waktu untuk memasak selama 120 menit.
5. Perlengkapan memasak yang disediakan panitia adalah kompor, tabung gas, wajan, panci.
6. Bahan dasar yang disiapkan panitia dan peserta tidak diperkenakan untuk membawa bahan dasar lain.
7. Peserta diperkenankan membawa peralatan tambahan sesuai kebutuhan.
8. Peserta wajib membawa bahan-bahan yang dibutuhkan.

e. Teknis Kompetisi
 Peserta hadir diruang tunggu khusus yang telah disediakan, 15 menit sebelum kompetisi dimulai
 Dilarang menggunakan aksesoris
 Peserta harus menaati aturan yang telah dibuat oleh panitia

f. Kriteria Penilaian
 Kandungan Gizi
 Citarasa
 Tampilan
 Bahan yang digunakan
 Analisis biaya
 Faktor kebersihan
 Kesesuaian nama judul makanan

g. Pelanggaran
 Dilarang mengambil atau tidak sengaja mengambil barang-barang yang telah disediakan oleh Panitia.
 Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran dalam bentuk apapun akan secara otomatis didiskualifikasi

3. Kompetisi Flair Bartending
A. Penjelasan Umum
Flair bartending merupakan aktivitas seorang bartender untuk menghibur konsumen dengan melakukan atraksi / juggling dengan menggunakan alat yangada di bar eperti botol, sheker dan lain-lain. Flair pertama kali dikenalkan oleh profesor bartender atau bisa disebut dengan bapak flair Jerry Thomas bartender Amerika pada abad ke 19. Pada waktu itu beliau membuat minuman cocktail Blue Blazer dengan cara dibakar. Hal itu merupakan aksi menghibur yang dilakukan Jerry Thomas kepada tamu. Namun, seiring berjalannya waktu flair memodifikasihingga sampai dengan aksi memainkan alat bar dan lain-lain (wikipedia, 2012).

Flair adalah keterampilan memainkan objek atau peralatan bar, namun bagi orang ada umumnya disebut dengan juggling. Padahal hal tersebut adalah berbeda. uggling itu sendiri identik dengan sirkus yang memainkan 3 objek ataulebih, bahkan arti kata uggling itu secara luas adalah kemampuan seseorang memainkan benda dengan angan maupun kaki untuk menghibur seperti juggling bola, sirkus pada pertunjukan an lain-lain. Yang membedakan dengan sirkus dan aksi juggling lainnya, flair memiliki nama dan teknik-teknik didalamnya. Aktivitas flair juga memiliki tujuan selain menghibur, yaitu membuat minuman. Jadi seorang bartender melakukan flair bukan hanya untuk hiburan/ atraksi tetapi juga membuat minuman yang disajikan untuktamu.

Pada zaman sekarang ini flair berkembang dengan sangat baik termasuk di ndonesia. Banyak hotel, restoran maupun diskotik yang menginginkan bartender yang memiliki kemampuan flair bartending. Adapun hal tersebut dikarenakan perkembangan dan tuntutan tamu beraneka ragam yang menginginkan sesuatu hal baru disetiap bar yang dikunjunginya. Diluar negeri misalnya Amerika, Eropa sudah terkenal dengan aksi flair bartending. Hal ini menjadi salah satu faktor motivasi bartender untuk bisa memiliki kemampuan flair bartending.
Kemampuan adalah suatu kesanggupan dalam melakukan sesuatu. Seseorang dikatakan mampu apabila ia bisa melakukan sesuatu yang harus ia lakukan. Kemampuan juga bisa disebut kompetensi. Kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Dapat dijabarkan bahwa kompetensi adalah kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menyeleseikan.

B. Teknik-teknik penilaian yang digunakan untuk flair bartending Competition seperti :
1) Flip adalah teknik membalikkan gelas dari belakang punggung dengan satu
tangan dan menangkapnya didepan badan.
2) Spin adalah teknik memutar botol satu putaran.
3) Shadow adalah teknik melempar botol atau shaker melewati belakang kepala.
4) Stall adalah teknik menjaga keseimbangan objek yang dimainkan.
5) Thumb roll adalah teknik memutar objek pada ibu jari.
6)The palm flip adalah teknik memutar objek yang dimainkan dengan
menggunakan telapak tangan.
7) Over to arm stall adalah menjaga keseimbangan objek yang dilakukan dengan
menggunakan tangan dari belakang kearah depan.
8) Bottle Tap adalah teknik memukul botol.
9) Glove adalah memasukkan objek (bottle) kedalam shaker.
10) Switch adalah pergantian objek dari tangan kanan ke tangan kiri atau
sebaliknya.

Alat yang digunakan :
Untuk menunjang kinerja seorang flair bartender perlu adanya alat yang sesuai seperti berikut :

1) Shaker
Shaker adalah alat khusus yang digunakan untuk mencampur minuman dengan cara mengocok dalam shaker tersebut. Ada tiga jenis shaker yaitu: stainless steel shaker, gold plated shaker, boston style

2) Mixing glass
Mixing glass adalah sebuah gelas yang digunakan untuk membuat
minuman campuran yang metode pembuatannya diaduk dengan menggunakan long bar spoon , karena bahan dari minuman campuran tersebut terdiri dari minuman yang mudah tercampur .

3) Jigger
Jigger merupakan alat untuk mengukur/ menakar bahan minuman yang berbentuk cair. Tujuan penggunaan alat ini adalah mendaptkan kepastian ukuran dari bahan minuman tersebut. Ada beberapa ukuran jigger antara lain 1 oz (30 ml), 1,5 oz (45 ml)

4) Long bar spoon
Alat ini berupa sendok yang memiliki ukuran panjang. Alat ini digunakan untuk mengaduk minuman campuran dengan metode stir / diaduk pada glass mixing. Long bar spoon terbuat dari stainless stell. Ukuran sendok antara 20-40 cm

5) Pourer
Pourer adalah alat khusus yang terbuat dari plastik atau karet atau kombinasi plastik-karet, dipasang pada mulut botol minuman. Ukuran pourer bervariasi tergantung dari jumlah keperluan bahan minuman tersebut pada resep minuman tertentu. Manfaat pourer adalah menghemat waktu mencampur minuman karena tidak memerlukan lagi menakar bahan minuman dengan menggunakan pourer

6) Muddler
Muddler merupakan alat berbentuk tongkat yang terbuat dari plastik, kayu maupun keramik yang berfungsi untuk menghancurkan/ mengekstrak bahan minuman campuran yang sangat sulit untuk bercampur dengan bahan minuman lainnya karena memiliki struktur yang padat bahkan keras seperti lemon, lime. Dengan alat ini lime atau lemon ditekan-tekan sambil sedikit diputar, untuk mendapatkan cairan dan aroma alami dari bahan tersebut untuk dijadikan minuman campuran

7) Cocktail strainer
Cocktail strainer adalah alat sejenis saringan yang terbuat dari stainless stell, yang digunakan untuk menyaring hasil minuman yang telah dicampur terutama jika menggunakan teknik mixing. Tujuan disaring adalah memisahkan minuman dengan es dan bahan lain yang tidak ikut disajikan dalam minuman.

8) Ice tong/ ice scoop
Ice tong merupakan alat untuk mengambil es batu satu persatu sedangkan ice scoop adalah alat untuk mengambil es dalam jumlah banyak .

9) Funnel
Funnel adalah alat berbentuk corong yang berfungsi untuk memindahkan minuman tertentu ke tempat lainnya untuk mencegah minuman tersebut tumpah atau meleleh.

10) Bar caddy
Bar caddy adalah alat sejenis rak yang digunakan untuk tempat berbagai alat bar yang dibutuhkan selama membuat minuman di bar. Jenis alat bar yang diletakkan pada bar caddy antara lain seperti long bar spoon ̧cocktail strainer, muddle.

C. Indikator Kompetensi
Menurut Keputusan kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46 A tahun
2003 menyatakan bahwa kompetensi terdiri dari :
a. 1) Pengetahuan
b. 2) Keterampilan
3) Sikap
Menurut Hutapea dan Thoha (2008: 28) mengungkapkan bahwa ada tiga
c. komponen utama pembentukan kompetensi yaitu :
1) Pengetahuan (knowledge)
Informasi yang dimiliki seseorang untuk melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya sesuai dengan bidang yang digelutinya. Pengetahuan
karyawan turut menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan tugas yang
dibebankan kepadanya, karyawan yang mempunyai pengetahuan yang cukup meningkatkan efiesiensi perusahaan.

2) Keterampilan (skill)

Suatu upaya untuk melakukan tugas dan tanggung jawab yang diberikan
perusahaan kepada karyawan dengan baik dan maksimal. Disamping
pengetahuan dan kemampuan karyawan, hal yang perlu diperhatikan adalah sikap perilaku karyawan.
3) Sikap (attitude)
Pola tingkah laku karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya sesuai dengan peraturan perusahaan. Apabila karyawan
mempunyai sifat mendukung pencapaian organisasi, maka secara otomatis
segala tugas yang dibebankan kepadanya akan dilaksanakan sebaik-baiknya.
Kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap cenderung lebih nyata dan relatif berada dipermukaan sebagai karakteristik yang dimiliki manusia.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kompetensi adalah kemampuan
dan kemauan untuk melakukan tugas dengan kinerja yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

d. Sistem Penilaian Kompetisi
Dari hasil akhir didapatkan bahwa untuk menilai kemampuan peserta di dalam Flair Bartending Competition dibutuhkan format penilaian yang merepresentasikan hasil dari keseluruhan kemampuan tersebut. Penilaian umtuk format akan dibuatkan struktur yang jelas dan terukur dalam Format prosentasi penilaian yaitu “
a. 20 % Pengetahuan menu, attitude peserta dan persiapan peserta
b. 50 % teknik juggling dan ketepatan waktu
c. 30 % Presentasi minuman serta hasil akhir dari minuman
d. Total dari hasil akhir adalah 100%
e. Untuk criteria akan dibicarakan pada acara teknikal meeting peserta dengan panitia serta dewan juri

E. Ketentuan Umum :
 Berasal dari Politeknik Negeri se Indonesia yang memiliki jurusan atau Program Studi Pariwisata dan diperbolehkan untuk mengirimkan lebih dari 1 peserta.
 Peserta melampirkan Kartu Tanda Mahasiswa
 Peserta diwajibkan hadir 60 menit sebelum acara dimulai, apabila sampai pengambilan nomor urut peserta tidak hadir, maka pesertakan didiskualifikasi
F. Ketentuan Khusus
 Kompetisi akan di mulai tepat waktu dan waktu pemanggilan akan di lakukan berurutan sesuai dengan nomor
 Semua peserta di haruskan memakai sepatu vantofel dan celana.
 Perserta membawa sendiri Flashdisk music pada saat performance , Soft copy yang ada pada Flashdisk hanya music yang akan digunakan pada saat performance.
 Flashdisk hanya boleh berisi 2 jenis music untuk 1 peserta. Disarankan untuk membawa 1 flashdisk music cadangan untuk mengantisipasi jika 1 Flashdisk music tidak
 Ketentuan selengkapnya akan dijelaskan pada saat techinal meeting.
 Keputusan JURI bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu
 Juri akan menilai setiap peserta berdasarkan pada kriteria yang sudah disiapkan dan dijamin adil (FAIR PLAY).
 Ketentuan hadiah untuk pemenang adalah sebagai berikut :Pemenang Lomba Mendapat Piala, Sertifikat, dan Medali

Pelanggaran :
 Peserta dilarang mengambil atau tidak sengaja mengambil barang-barang yang telah disediakan oleh Panitia.
 Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran dalam bentuk apapun akan secara otomatis didiskualifikasi

4. Kompetisi Tour Guiding
a. Penjelasan Umum
Pemandu wisata disebut juga pramuwisata atau dalam bahasa inggris dikenal dengan tour guide, adalah seseorang / sekelompok orang yang bertugas untuk menemani, mengantar, memberikan informasi dan saran kepada seseorang sekelompok wisatawan yang sedang melakukan perjalanan wisata.
b. Ketentuan Umum :
 Berasal dari Politeknik Negeri se Indonesia yang memiliki jurusan atau Program Studi Pariwisata dan diperbolehkan untuk mengirimkan lebih dari 1 peserta.
 Peserta melampirkan Kartu Tanda Mahasiswa
 Peserta diwajibkan hadir 15 menit sebelum registrasi
c. Ketentuan Khusus
 Kompetisi bersifat perorangan
 Peserta diwajibkan menggunakan pakaian panduan standar dengan ketentuan sebagai berikut :
 Laki-laki : atasan batik, bawahan celana kain bukan jeans
 Perempuan : baju batik, bawahan celana atau rok yang bukan jeans
 Menggunakan fantofel hitam pria/ wanita (wanita maksimal 3 cm)
 Rambut rapih, untuk wanita dicepol dan yang berkerudung dimasukkan ke dalam baju.
 Semua materi yang disampaikan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bisa juga menyampaikan materi dengan bahasa Inggris.
 Lomba memandu dilaksanakan dalam ruangan dan bentuk penyajian dalam simulasi, peserta dapat menggunakan alat bantu berupa gambar, tab, media lain untuk penyampaian informasi.
 Durasi guiding selama 12 menit yang terdiri dari 8 menit guiding dan 4 menit sesi tanyajawab
 Ketika membawa materi, peserta tidak diperkenankan membawa catatan.
 Peserta wajib bersikap sopan saat kompetisi berlangsung
 Keputusan juri adalah keputusan mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
 Ketentuan hadiah untuk pemenang adalah sebagai berikut :Pemenang Lomba Mendapat Piala, Sertifikat, dan medali
 Ketentuan selengkapnya akan dijelaskan pada saat techinal meeting
d. Teknis Kompetisi
 Peserta hadir diruang tunggu khusus yang telah disediakan, 15 menit sebelum kompetisi dimulai
 Dilarang menggunakan aksesoris
 Peserta harus menaati aturan yang telah dibuat oleh panitia

e. Teknis Kompetisi
 Peserta hadir diruang tunggu khusus yang telah disediakan, 15 menit sebelum kompetisi dimulai
 Dilarang menggunakan aksesoris
 Peserta harus menaati aturan yang telah dibuat oleh panitia
f. Kriteria Penilaian
 Grooming (tata busana).
 Greeting (salam dan pembukaan).
 Product Knowledge ( pengetahuan tentang tour dan objek wisata ).
 Pronunciation and intonation (cara pengucapan dan nada pengucapan)
 Body Language ( bahasa tubuh ).
 Facial ekspresi wajah dan kontak).
 Time affectivity ( ketepatan waktu )
a. Pelanggaran
 Dilarang mengambil atau tidak sengaja mengambil barang-barang yang telah disediakan oleh Panitia.
 Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran dalam bentuk apapun akan secara otomatis didiskualifikasi

5. Kompetisi Skill Diving
a. Penjelasan Umum
Ada 20 skill dasar dalam menyelam, yaitu :
 Unit SCUBA : menyiapkan, memasang, melepaskan, memakai, mengatur letak di badan dan meletakkan peralatan di lantai.
 Pre Dive Savety Check (PDSC) – BWRAF (BCD, Weight, Releases, Air, Final check).
 Teknik masuk ke perairan dalam : GIANT STRIDE dan BACK ROLL.
 Periksa buoyancy di permukaan (Weight Check).
 Turun ke kedalaman dengan 5 Point Descent – IROWT/SORTD. (Signal, Orientation, Regulator, Time, Descent)
 Melepas dan memasang sistim pemberat di kedalaman.
 Fin Pivot – kontrol daya apung netral di dasar.
 Naik ke permukaan dengan 5 Point Ascent – IWLUN/STELA. (Signal, Time, Elevate, Look, Ascent)
 Regulator – snorkel secara bergantian (di permukaan).
 Melepas dan memasang Unit SCUBA di dasar perairan.
 Melayang tanpa bergerak di dalam air (hovering). Buoyancy dengan mengatur pernapasan.
 Patungan udara (buddy breathing) posisi berlutut sebagai Donor dan Penerima
 Buddy breathing renang (penyelam A sebagai donor).
 Melepas masker, memasang kembali dan membersihkan dari air (mask clearing).
 Buddy breathing renang (penyelam B sebagai donor).
 Naik ke permukaan memakai Alternate Air Source (AAS).(AAS = Octopus = Secondary Second Stage).
 Simulasi Regulator Free-flow.
 Controlled Emergency Swimming Ascent (CESA).
 Renang dalam air tanpa masker.
 Melepas selang LPI (Low Pressure Inflator). Buoyancy dengan cara manual (meniup dengan mulut).
b. Ketentuan Umum :
 Berasal dari Politeknik Negeri se Indonesia yang memiliki jurusan atau Program Studi Pariwisata dan diperbolehkan untuk mengirimkan lebih dari 1 peserta.
 Peserta melampirkan Kartu Tanda Mahasiswa
 Peserta diwajibkan hadir 60 menit sebelum registrasi untuk mempersiapkan alat.
c. Ketentuan Khusus
 Kompetisi bersifat perorangan
 Peserta diwajibkan menggunakan peralatan dasar selam panduan yaitu :
Masker-snorkel-fins & boots – rompi apung – pakaian selam (wet suit)- sabuk pemberat – sarung tangan – tas sealam
 Peserta diwajibkan melakukan 20 basic skill diving sesuai aturan yang ada dan sebelumnya akan ada penjelasan mengenai karekteristik dari kualitas skill, focus pada penegasan atribut kritikal
 Peserta wajib mendemonstrasikan semua skill penyelaman scuba diving dan akan mendapat nilai minimum 3 pada setiap skill
 Keputusan juri adalah keputusan mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
 Ketentuan hadiah untuk pemenang adalah sebagai berikut :Pemenang Lomba Mendapat Piala, Sertifikat, dan Cendramata
 Ketentuan selengkapnya akan dijelaskan pada saat techinal meeting

d. Teknis Kompetisi
 Dilarang menggunakan aksesoris
 Peserta harus menaati aturan yang telah dibuat oleh panitia
e. Kriteria Penilaian
 Nilai 5 adalah ketrampilan yang dilakukan dengan benar, perlahan dan dengan gerakan penegasan – terlihat mudah.\
 Nilai 4 adalah ketrampilan yang dilakukan dengan benar dan cukup pelan untuk menunjukkkan secara memadai atau menjelaskan rincian dari skill.
 Nilai 3 adalah Ketrampilan dilakukan dengan benar walaupun terlalu cepat untuk menunjukkkan secara memadai atau menjelaskan dari skill
 Nilai 2 adalah ketrampilan dilakukan dengan kesulitan atau kesalahan yang nyata
 Nilai 1 adalah peserta tidak dapat menampiilkan ketrampilan.


sumber : https://manado.tribunnews.com/2019/09/15/manado-tuan-rumah-munas-pariwisata-politeknik-oroh-siapkan-lomba-cooking-hingga-diving?page=4