NASIONAL PEMILU POLITIK SULUT

Politisasi Agama Warnai Wacana Publik: Hasil Survei Unggulkan Jokowi .

beritahusulut.com,-Sejumlah lembaga survei masih mengunggulkan pasangan petahana calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dari pasangan penantang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hasil survei lembaga Indonesia Election dan Strategic (indEX) Research menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih unggul dari Prabowo-Sandi.

Baca Juga : Bara Hasibuan: Sulut Basis Jokowi

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni. Ia berujar politisasi agama masih mewarnai wacana publik jelang pemilu serentak pada 17 April 2019.

Prabowo misalnya, ucap Vivin, tampak menggunakan momentum reuni 212 untuk mendulang dukungan suara. Di sisi lain, kubu Jokowi berbalik menggunakan senjata yang sama untuk mengadang serangan rivalnya.

Dimulai sejak terpilihnya Ma’ruf sebagai pasangan calon wakil presiden, hingga lontaran isu-isu yang menggugat relijiusitas Prabowo dan Sandi.

“Puncaknya, muncul desakan untuk menggelar uji baca Al-Quran bagi capres-cawapres. Apakah pro dan kontra seputar politisasi agama berdampak signifikan terhadap elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres?” ujar Vivin melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (12/1/2019).

Temuan indEX Research, ucap Vivin menunjukkan, bahwa elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tetap mengungguli pasangan Prabowo-Sandi (lihat grafis).

Sebelumnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 30,6 persen. Responden yang tidak tahu atau tidak menjawab turun dari sebelumnya 14,8 persen. Meskipun dinilai sudah tidak lagi efektif sebagai strategi politik, Vivin meyakini bahwa politisasi agama tidak akan menghilang begitu saja.

“Perdebatan tentang hubungan agama dan negara sudah setua umur Republik, sudah saatnya wacana tersebut dikelola dengan baik setelah dinamika pasca-reformasi silam,” kata Vivin.

Survei indEX Research dilakukan pada 17-28 Desember 2018, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Begitu juga hasil teranyar lembaga survei Alvara Research Center mencatat elektabilitas Jokowi – Ma’ruf masih unggul atas lawannya Prabowo-Sandi.

CEO dan Founder Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, mengatakan tren elektabilitas kedua pasangan itu tidak mengalami perubahan yang signifikan dari waktu ke waktu.

Ia mengatakan tingkat keterpilihan keduanya naik tipis seiring dengan jumlah undecided voters yang menurun menjadi 10,6 persen.

“Survei-survei sebelumnya selisih elektabilitas kedua paslon cenderung tak berubah. Saat ini pemilih sudah makin mengkristal menentukan pilihan, ini juga terlihat dari tingginya pemilih yang tak berubah pilihan,” kata Hasanuddin di hotel Oria, Jakarta Pusat, Jumat 11 Januari 2019.

Survei digelar pada 11-24 Desember 2018 dengan melibatkan 1.200 responden yang memiliki hak pilih di seluruh provinsi di Indonesia.

Metode yang digunakan ialah multistage random samplingdengan wawancara responden. Rentang margin of error sebesar 2,88 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelumnya dalam survei internalnya kubu Prabowo mengklaim elektabilitas calon presiden dari Partai Gerindra itu hanya terpaut empat persen.

Juru bicara BPN, Dahnil Anzar, merujuk pada hasil Survei internal Koalisi Indonesia Adil Makmur, mengatakan hal ini dimungkinkan karena saat ini terjadi gelombang massa pendukung ganti presiden.

Dahnil mengklaim, tingkat keterpilihan Prabowo naik 15 persen akibat adanya gelombang ini. “Sehingga saat ini total elektabilitas Prabowo – Sandiaga secara nasional hampir mencapai angka 45 persen,” kata Dahnil pada 20 Desember 2018 lalu.

Sumber : Tribunnews